Minggu, 29 Mei 2011

LETTER OF CREDIT (L/C)

A. PENGERTIAN L/C
Dalam transaksi bisnis khususnya dalam ekspor impor apalagi melintasn antarnegara pembayaran pada umumnya dilakukan lewat jasa perbankan. Yakni melalui fasilitas pembukaan Letter of Credit (L/C). Dalam hal ini perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Letter of Credit (L/C) itu sndiri. Berikut ini disebutkan beberapa rumusan Letter of Credit (L/C), yakni :
1.      Membuka kedit atau credit opening sebenarnya adalah bukan credit opening di dalam arti sebenarnya, yaitu suatu pemberian kredit (Credit verlening), melainkan harus diartikan bahwa bank memberitahukan kepada penjual bahwa uang yang diperjanjikan dalam perjanjian jual beli itu telah dikuasainya/dipegangnya untuk kepentingan penjual.
2.      Letter of Credit atau biasanya disingkat dengan L/C adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh suatu Bank atas permintaan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi importir itu, yang memberi hak kepada eksportir itu untuk menarik wesel-wesel atas nama importir bersangkutan untuk sejumlah uang yang disebutkan dalam surat itu. Seterusnya, bank bersangkutan menjamin untuk mengekspor atau menghonorir wesel yang ditarik itu asal saja sesuai dengan memenuhi semua syarat-syarat yang tercantum dalam surat itu.
3.      Open letter of credit as an open letter for request, whereby one person (usually a merchant o banker) requests some other person or persons to advance moneys, or give credit, to a third person, named therein, fot certain amount, and promisis that he will reply the same to person advancing the same, on accept bills drawn upon himself, for like the amount. Its called a general letter for credit, when it is addresed to all merchants, or other persons ; and it is calleds a special later of credit, when it is addresed to particular person by name requestting him to make such advanes to thirf person.

Dari rumusan Letter of Credit (L/C) yang diberikan oleh para ahli hukum di atas dapat diketahui bahwa Letter of Credit (L/C) merupakan suatu perintah dari importir (pembeli) kepada banknya (Opening Bank) agar melakukan pembayaran kepada penjual (eksportir) dengan ketentuan pihak eksportir harus melengkapi syarat-syarat yang telah disepakati, sebagaimana yang tertuang di dalam sales contract. Dengan kata lain, Letter of Credit (L/C) adalah suatu “surat kredit” yang dikeluarkan oleh bank (Opening Bank) atas permintaan pembeli (importir) untuk diteruskan kepada penjual (eksportir), sebagai suatu jaminan dari pembeli kepada penjual, terhadap barang-barang yang dikirimnya kepada pembeli.

B. PIHAK-PIHAK DALAM PEMBUKAAN LETTER OF CREDIT (L/C)
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah dalam transaksi ini hanya eksportir (penjual)  dan importir (pembeli) saja yang terlibat dalam pembukaan Letter of Credit (L/C) tersebut ataukah ada pihak-pihak lain ? Tampaknya dari bagan di bawah ini masalah tersebut akan terjawab .

Dalam bagian di atas dapat dilihat munculnya Letter of Credit (L/C). Mula-mula timbul hubungan bisnis anytara pembeli (importir A) dengan penjual (eksportir B). Apabila ada kesepakatan tentang segala persyaratan yang diinginkan oleh kedua belah pihak, maka sales contract ditandatangani. Salah satu syarat dalam kontrak dagang disebutkan adalah bahwa pembayaran dilakukan melalui fasilitas pembukaan Letter of Credit (L/C).

Apabila semua persyarakatn telah dipenuhi, maka pihak pembeli membuka Letter of Credit (L/C) ke banknya, tentunya dalam hal ini adalah bank devisa. Kedudukan bank pembuka L/C (Leter of Credit) dalam hal ini disebut dengan issuing bank. Kemudian, apabila segala persyaratan yang telah ditentukan oleh bank telah dipenuhi oleh importir, maka issuing bank akan meneruskan ke eksportir melalui bank korespondennya di negara mana eksportir berada. Bank yang menerima berita/pesan tersebut disebut dengan advising bank. Tugas bank yang terakhir ini adalah memberitahukan kepada eksportir bahwa Letter of Credit (L/C) telah dibuka atas namanya.

Dari penjelasan yang sederhana ini, dapat dilihat bahwa dalam pembayaran dengan fasilitas Letter of Credit (L/C) dibutuhkan bantuan pihak ketiga dalam hal ini bank, baik dari pihak pembeli maupun penjual.

Applicant (Buyyer, Importer), pihak yang meminta kepada bank untuk membuka Letter of Credit  atas namanya (sebagai pembeli). Para pihak yang terlibat antara ain :
  1. Beneficiary (Seller, Exporter), pihak yang disbut dalam Letter of Credit (L/C) (sebagai penjual).
  2. Opening Bank (Issuing Bank) adalah bank yang membuka atau menerbitkan Letter of Credit (L/C) (Bank Buyer).
  3. Advising Bank, bank yang meneruskan Letter of Credit (L/C) yang diterima dari Opening Bank kepada Beneficiary (Bank Seller).
  4. Negotiating Bank, bank yang melakukan negosiasi atas draft (wesel) dan dokumen pengapalan milik Seller.
  5. Reimbursing Bank, bank kepada siapa penagihan atas pengapalan badang dilakukan.
  6. Confirming Bank, bank yang diminta oleh bank untuk menambahkan konfirmasi pada Letter of Credit (L/C).
C. JENIS-JENIS LETTER OF CREDIT (L/C)
Melihat adanya pemisahan hubungan antara bank dan nasabah di satu pihak dan hubungan antara pembeli dan penjual di lain pihak, maka dalam pembukaan Letter of Credit (L/C) pun terdapat berbagai jenis antara lain, seperti yang dijelaskan dalam Pasal 7 Uniform and Practice for Documentary Credit (UCP), yakni sebagai berikut :
a. Credits may be either
I.   Recovable, or
II.  Irrevocable.

Yang dimaksud dengan revocable letter of credit, berarti pihak pembuka L/C dalam hal ini importir maupun issuing bank dapat membatalkan L/C sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada eksportir. Hal ini berarti sangat merugikan pihak eksportir. Sedangkan yang dimaksud dengan irrevocable leter of credit, berarti L/C tidak dapat dibatalkan sewaktu-waktu oleh pihak importir maupun issuing bank, tanpa persetujuan lebih dahulu dari pihak eksportir. Dilihat dari sudut pandang ini jelas kedudukan eksportir lebih kuat. Tampaknya jenis L/C yang terakhir ini ada kaitannya dengan asas dalam hukum perjanjian, yakni perjanjian yang sudah disepakatu wajib dipatuhi (Pacta sunt servanda).

Lalu, kalau demikian halnya, jenis letter of credit (L/C) yang manakah yang terbaik bagi eksportir ? Ternyata dalam praktek, yang paling disenangi oleh para pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional adalah jenis letter of credit (L/C) yang irrevbocable yang dikombinasikan dengan comfirmed letter of credit (L/C). Mengapa jenis ini ? Karena, jenis ini dianggap paling sempurna dan paling aman dari sudut penerimaan letter of credit (L/C) (beneficiary) sebab :
1.      pembayaran atau pelunasan wesel yang ditarik atas Letter of Credit (L/C) semacam ini, dijamin sepenuhnya oleh OPENING BANK maupun ADVISING BANK, bila segala syarat-syarat dipenuhi.
2.      tidak mudah dibatalkan karena sifatnya irrevocable.

Oleh karena itu, letter of credit (L/C) dilihat dari :
1.      Sifatnya
a.       Revocable Letter of Credit (L/C) adalah suatu Letter of Credit (L/C) yang sewaktu-waktu dapat ditarik kembali atau dibatalkan oleh pembuka Letter of Credit (L/C) atau oleh bank pembuka, tanpa persetujuan dari penerima Letter of Credit  (L/C)
b.      Irevocable Letter of Credit (L/C) adalah suatu Letter of Credit (L/C) yang tidak bisa dibatalkan selama jangka waktu berlakunya yang ditentukan dalam Letter of Credit tersebut, dan bank pembuka tetap menjamin untuk mengakseptasi wesel yang ditarik atas Letter of Credit (L/C).
2.      Jangka waktunya
a.       Sight Leter of Credit (L/C) adalah Letter of Credit (L/C) yang pembayarannya dilakukan segera setelah wesel diserahkan disertai dengan dokumen-dokuem yang disyaratkan.
b.      Usance Letter of Credit (L/C) atau L/C berjangka, adalah Letter of Credit (L/C) yang pembayarannya dilakukan pada suatu jangka waktu tertentu setelah wesel ditunjukkan atau baang dikapalkan.
3.      Menurut bank/asal pembukanya
a.       Banker’s Letter of Credit (L/C) adalah Letter of Credit (L/C) yang diterbitkan oleh bank (Opening/Issuing Bank) di mana bank tersebut bertanggung jawab penuh terhadap pembayarannya, bila syarat-syarat yang ditetapkan dipenuhi oleh beneficiary.
b.      Merchant’s Letter of  Credit (L/C) adalah Letter of Credit (L/C) yang diterbitkan oleh suatu perusahaan tertentu yang biasanya adalah perusahaan dari pihak buyer.
4.      Bank Koresponden
Ada 2 (dua) jenis :
a.       Bank Koresponden (Correspondent Bank)
Adalah bank ( di luar negeri atau di dalam negeri) di dalam sebuah bank di dalam negeri menjalin hubungan koresponden (surat-menyurat), yang kadang-kadang dilengkapi pula dengan hubungan kontrol dokumen.
b.      Bank Koresponden Deposito (Depository Correspondent Bank)
Sebuah bank di dalam atau di luar negeri di mana sebuah bank di dalam negeri di samping menjalin hubungan dengannya juga memelihara rekening dollar valuta asing (nostro) pada bank tersebut

D. FUNGSI LETTER OF CREDIT (L/C)
1.      Fungsi Letter of Credit (L/C) dari sudut eksportir :
a.       Untuk merealisasi ekspor
b.      Sebagai jaminan barang yang diekspor akan dibayar.
c.       Sebagai kedit dari impor.
2.      Fungsi Letter of Credit (L/C) dari sudut importir :
a.       Sebagai jaminan barang-barang yang dibeli dikirim disertai semua dokumen.
b.      Sebagi alat bukti bank koresponden untuk melakukan pembayaran kepada ekspor.
c.       Pembayaran dilakukan sesuai dengan syarat-syarat dalam Letter of Credit (L/C)

Mungkin timbul pertanyaan, mengapa opening bank mau melakukan pembayaran kepada eksportir atas perintah importir ; dan dana untuk pembayaran tersebut berasal dari pihak mana, bank ataukah importir sendiri ? Dalam hal ini, sebelumnya telah ada hubungan hukum antara bank dengan importir yang dalam dunia bisnis perbankan dikenal dengan hubungan antara bank dengan nasabahnya. Hubungan ini ada apabila pihak nasabah telah menandatangani permohonan menjadi nasabah (application form) yang telah disediakan oleh bank yang bersangkutan. Persyaratan untuk menjadi nasabah antara bank yang bersangkutan. Persyaratan untuk menjadi nasabah antara bank yang satu dengan bank lainnya, berbeda satu sama lain, bergantung dari persyaratan intern bank yang bersangkutan.

Dengan adanya hubungan hukum tersebut atau dalam praktek dikenal dengan menjadi nasabah berarti nasabah dapat menggunakan fasilitas layanan jasa perbankan, seperti halnya pembukaan Letter of Credit (L/C). Dalam pembukaan Letter of Credit (L/C) terdapat berbagai variasi antara suatu bank dengan bank lainnya. Ada kemungkinan bank tertentubersedia menanggung seluruh transaksi eksportir dari nasabahnya dengan cara pemberian kredit, sedangkan bank lainnya tidak bersedia.

Jika dicermati secara seksama pembukaan letter of credit (L/C) ada 2 (dua) perjanjian, yakni perjanjian pembelian kredit dan perjanjian pembukaan Letter of Credit (LC). Kemungkinan lain adalah bank tidak memberi kredit, maka dalam hal ini pihak importir harus menyerahkan sejumlah uang yang telah disepakati antara pembeli dan penjual ke bank yang bersangkutan. Jadi, dalam hal ini hubungan antara bank dengan nasabahnya terpisah dengan hubungan antara pembeli dan penjual dalam transaksi dagang.

Sumber :
Sentosa Sembiring, 2001, Hukum Dagang, Bandung : PT Citra Aditya Bakti.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar